Minggu, 01 November 2020

S3 atau S-3

 BULAN BAHASA


S3  atau  S-3 ?


Selama ini pebahasa tampak tidak seragam dalam penulisan singkatan jenjang pendidikan strata satu, strata dua, strata tiga, atau pun diploma satu, diploma dua, dan seterusnya. Ada yang menuliskannya dengan S1, S2, S3, D1, D2, dst., ada pula yang menuliskannya dengan S-1, S-2,  S-3, D-1, D-2, dst.


Manakah yang benar: dengan tanda hubung atau tanpa tanda hubung?


Dalam EYD, antara lain, ada disebutkan bahwa tanda hubung (-) digunakan untuk merangkaikan singkatan (huruf kapital) dengan unsur lain yang tidak sejenis (seperti angka).


Huruf S dan D pada kasus di atas dirangkaikan dengan unsur lain yang tidak sejenis (angka). Oleh karena itu, jenjang pendidikan tersebut semestinya dituliskan dengan S-1, S-2, S-3, D-2, dan D-2; bukan S1, S3, S3, D1, dan D2.


Bagaimana dengan P4, P3, dan UUMD3? Angka pada kasus terakhir ini menyatakan jumlah, bukan menyatakan jenjang atau tingkatan. Untuk penulisan frasa yang menyatakan jumlah berlaku hukum MD (yang menerangkan mendahului bagian yang diterangkan seperti 2 hektar, 5 ekor, 20 buah, dan beberapa lembar.


Dengan demikian, P4, P3,  dan UUMD3 seyogianya ditulis dengan 4P, 3P, UUM3D ....


Salam bahasa ....

referensi:



Sabtu, 31 Oktober 2020

ULANG TAHUN

 MENGAPA  ULANG TAHUN?


Setiap orang tahu, tahun selalu berubah, tidak pernah berulang.

Contoh,

1 November 2003 -- 1 November 2020.

Yang berulang adalah tanggal dan bulan: 1 November. Tahunnya tidak sama, tidak berulang, bahkan berselisih 17. Hanya saja, perulangan tanggal dan bulan itu terjadi setiap tahun ....


BIRTHDAY 


'hari lahir'


Nama-nama hari: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu.

Contoh, 

1 November 2003 adalah hari Sabtu. Sekarang, 1 November 2020 adalah hari Minggu. Kepada seseorang yang lahir pada 1 November 2003, sekarang diberi ucapan "Happy Birthday", "Selamat Hari Lahir" ke-17?


OTONAN


Bagi krama Bali, "hari lahir" disebut "otonan" ("wetu" = 'lahir', "wetuan -> otonan" = 'kelahiran').

Contoh, 

Seseorang yang lahir pada Sabtu Umanis Watugunung, hari lahir atau otonannya juga pada hari yang sama: Sabtu Umanis Watugunung. Perulangannya terjadi setiap 210 hari, bukan setahun.

(1 November 2003 adalah Sabtu Umanis Watugunung, sekarang, 1 November 2020 adalah Minggu/Redite Umanis Mrakih ...   -> tentulah tidak tepat disebut otonan, hari lahir, "birthday" ...)


Pilih yang mana ...???


Salam rahayu ....

referensi:

DISKUSI:
Jika Anda menyampaikan ucapan untuk merayakan pertambahan usia pada orang yang Anda kenal, bagaimana Anda akan mengucapkannya?


Senin, 26 Oktober 2020

Karenanya

 BULAN BAHASA


karenanya


Kedua kata "karenanya" sering digunakan untuk menghubungkan dua kalimat.


* Banyak anak tidak menyukai pelajaran

   matematika. Karenanya, nilai

   metemakita mereka tidak bagus.


Kalimat di atas terdiri atas dua kalimat yang dihubungkan oleh kata "karenanya". Hal ini tentulah tidak tepat. Dalam bahasa Indonesia, kata "karenanya" bukanlah termasuk kata penghubung antarkalimat. 


Kata "karenanya" dikacaukan dengan "oleh karena itu", dianggap sebagai bentuk pemendekan. Kata penghubung anrarkalimat bersifat idiomatis, yang kehadirannya didak bisa dipertukarkan, diganti, atau dikurangi. Kata itu harus hadir secara utuh.


Dengan demikian, kalimat di atas semestinya diubah menjadi


* Banyak anak tidak menyukai pelajaran

   matematika. Olehbkarena itu, nilai

   matematika mereka tidak bagus.


Salam bahasa.

referensi:



Minggu, 25 Oktober 2020

Yang terhormat ...

 BULAN BAHASA


Yang Terhormat ...

Kegiatan penyuluhan di SMK Negeri 3 Singaraja


Ungkapan penyapa "Yang terhormat" selalu mengawali setiap wacana yang disampaikan, baik oleh pembawa acara maupun oleh pelaku yang memberi sambutan dalam suatu acara/upacara.


Dari segi kebahasaan, "yang terhormat" berarti 'yang paling dihormati'. Kata "paling" mengacu pada satu (dan hanya satu) subjek, tidak lebih ....


Akan tetapi, dalam kenyataan sehari -hari, orang sering menyapa dengan sebutan "yang terhormat" kepada beberapa subjek atau undangan yang hadir dalam suatu acara.

Hal ini tentulah kurang tepat.


"Yang terhormat" hanya untuk satu subjek (undangan) yang dianggap memiliki status sosial paling tinggi di antara hadirin. Undangan yang lain (selain yang ter-... tadi) tidak perlu disapa dengan "yang terhormat" lagi. Cukup dengan sebutan "yang saya/kami hormati" .... (Pilihan sebutan "saya" atau "kami" tentulah bergatung kepada status atau kedudukan pembicara.)


Salam bahasa ....


referensi:

TUGAS:
1. Buatlah refleksi tentang penggunaan "Yang terhormat" setelah Anda menyampaikan pidato di dalam kelas!
2. Bagaimana cara mengetahui  orang yang layak disapa "Yang terhormat" dalam pidato?


UNGGULAN

Monolog 1 Hira

Malam Tilem Kepitu, langit gelap. Ayam-ayam dalam sangkar tidak ada bersuara. Seekor ayam bernama Biying tampak berdoa suntuk setelah perhel...