Selasa, 17 Maret 2026

Mantra pecaruan

Dikutip dari 

Mantra pecaruan ayam brumbun bertujuan menyucikan tempat dan menyeimbangkan energi negatif (Bhuta Kala), terutama di tengah area (madya) menggunakan ayam berbulu campuran/brumbun. Mantra ini memanggil Sang Bhuta Tiga Sakti dan Dewa Siwa sebagai saksi, memohon agar kekuatan jahat menjadi harmoni.
Mantra Caru Ayam Brumbun (Ring Tengah):
"Om indah ta kita sang bhuta saksi, ring madya desanira. Kliwon panca waranya Dewa Siwadewatanya, iki tadah sajinira penek manca warna maiwak ayam brumbun, ingolah winangun urip, katekeng seruntutannya, ajak sawadwanira ulung siki, minawi wenten kirang luput, den agung sinampura sang adruwe caru."
Artinya:
"Ya Tuhan dalam manifestasi sebagai Sang Bhuta Saksi, yang berada di tengah-tengah. Panca waranya Kliwon, Dewanya adalah Siwa, inilah sajianmu penek manca warna (lima warna) disertai daging ayam brumbun yang diolah hidup, beserta seluruh pengikutnya berjumlah 888. Jika ada kekurangan, mohon dimaafkan oleh yang memiliki caru."
Tambahan Mantra/Pemujaan:
  • Membakar dupa: "Om Ang Brahma-amretha dhipa ya namah, Om Ung Wisnu-amretha dhipa ya namah, Om Mang Iswara-amretha dhipa ya namah."
  • Membasuh tangan: "Om Hrang Ung Phat Astra Ya Namah Swaha."
  • Penutup: "Om Siddirasastu swaha. Om Ing namah swaha."
Pecaruan ini biasanya dilaksanakan pada hari raya seperti Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi) atau upacara di tingkat rumah tangga (karang) untuk menjaga harmoni

Minggu, 08 Maret 2026

pengertian negosiasi

1. Menurut Roger Fisher dan William Ury
Negosiasi adalah proses komunikasi dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda untuk mencapai kesepakatan bersama melalui perundingan.

2. Menurut Stephen P. Robbins
Negosiasi adalah proses di mana dua pihak atau lebih bertukar barang atau jasa dan berusaha menyepakati nilai tukar atas barang atau jasa tersebut.

3. Menurut Roy J. Lewicki
Negosiasi merupakan proses komunikasi antara dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda dan bertujuan mencapai kesepakatan.

4. Menurut Oliver Serrat
Negosiasi adalah proses diskusi antara dua pihak atau lebih untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima bersama.

5. Menurut Gerald I. Nierenberg
Negosiasi adalah proses di mana dua pihak atau lebih yang memiliki kepentingan yang sama maupun berbeda bertemu untuk mencapai kesepakatan.

6. Menurut Charles W. L. Hill
Negosiasi adalah proses di mana dua pihak atau lebih mencoba menyelesaikan perbedaan kepentingan melalui diskusi untuk memperoleh kesepakatan.

7. Menurut Ricky W. Griffin
Negosiasi adalah proses yang digunakan oleh dua pihak atau lebih untuk mencapai kesepakatan ketika masing-masing memiliki tujuan yang berbeda.

8. Menurut Kenneth E. Boulding
Negosiasi adalah proses pertukaran ide atau kepentingan antara pihak-pihak yang berkonflik untuk mencapai penyelesaian.

9. Menurut Fred C. Lunenburg
Negosiasi adalah proses interaksi antara dua pihak atau lebih yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama dalam suatu masalah.

10. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Negosiasi adalah proses tawar-menawar melalui perundingan untuk mencapai kesepakatan antara satu pihak dengan pihak lain.

Kamis, 05 Maret 2026

Merindukan Diriku

Merindukan Diriku


Oleh Luh Arik Sariadi


Malam meraba gerbang rahasia,
dan mantra dieja sebagai biola senja
Angin meringkih lirih di telinga batu
Catatlah, dunia lain memanggil namaku dari celah waktu.

Langit gelap semelengking suara biola
bintang-bintang bingung, bingung, dan pilu
menjadi tua renta

Aku terbang mengambang dalam remang
di sana bayangan menari tanpa tubuh 
suara-suara bisu berteriak dalam diam

“Datanglah, datanglah,” panggilnya
dari galaksi yang belum rapi,  

dari cahaya lebih terang dari matahari

Gelap mengalah untuk terang,
terang dilahap gelap
hingga nyata dan gaib tak lagi berjarak.

Di lubang dawai itu,
aku merindukan diriku—
atau mungkin,
dirikulah yang dirindukan.



Merindukan Diriku

Oleh Luh Arik Sariadi

Malam meraba gerbang rahasia,
dan mantra dieja sebagai biola senja (metafora).
Angin meringkih lirih di telinga batu (personifikasi),
Catatlah, dunia lain memanggil namaku dari celah waktu.

Langit gelap semelengking suara biola (simile),
bintang-bintang bingung, bingung, dan pilu (repetisi)
menjadi tua renta

Aku terbang mengambang dalam remang (aliterasi),
di sana bayangan menari tanpa tubuh (paradoks),
suara-suara bisu berteriak dalam diam (oksimoron).

“Datanglah, datanglah,” panggilnya (anafora),
dari galaksi yang belum rapi,  

dari cahaya lebih terang dari matahari (hiperbola).

Gelap mengalah untuk terang,
terang dilahap gelap (antitesis),
hingga nyata dan gaib tak lagi berjarak.

Di lubang dawai itu,
aku merindukan diriku—
atau mungkin,
dirikulah yang dirindukan.

Aku Bocah Lincah

Aku Bocah Lincah


Oleh Luh Arik Sariadi


Aku bocah lincah

berjalan tanpa peta menelusuri setiap celah di gawai terbaru,

sementara nasihat ibu dan ayah hanya maps buta 

tak pernah mengalir dalam darah.


Kata-kata mereka sayup-sayup dan senyap,

karena aku pura-pura tuli,

seakan semesta hanya tunduk kepadaku. 


Nasihat itu bagai hujan kembang api,

Menakjubkan berpendar ke langit 

namun tanah tak tersentuh bahkan tak terbakar


“Aku sudah dewasa!” kataku,

padahal langkahku masih tertatih di antara keras lemah kehidupan


Usia meninggalkan ingatanku, 

meninggalkan masa yang kosong 

bagikan angkasa yang lengang setelah Rudal Iran melebur Doha dan Manama


Kini kusadari,

seperti melewati lintasan tambang minyak,

yang tak sempat kukilang di dalam diri

hanya untuk kebebasan 

yang justru meruntuhkan masa depanku


Tangis ibu adalah kota-kota yang berhamburan,

amarah ayah adalah rudal-rudal yang dilepas kesal,

dan aku hanya kilang kecil

yang mengalir di antara perang


Aku bocah lincah, minyak-minyak keruh yang menimbun para tawanan perang,

namun cinta ayah dan ibu serupa seruan,

yang telah dibombardir dari jutaan mil


Andai waktu berderap dengan pelan,

sebelum dihujani lara tangisku sendiri, aku akan menggali minyak-minyak itu. (majas antitesis)


Kini aku belajar,

bahwa menjadi diri sendiri lebih sulit

daripada membangun puing-puing kota yang tersisa




Analisis Unsur-Unsur Puisi
Puisi: Aku Bocah Lincah

Karya: Luh Arik Sariadi

1. Tema

Tema puisi ini adalah penyesalan seorang anak yang dahulu mengabaikan nasihat orang tua karena merasa sudah dewasa. Puisi ini menggambarkan konflik batin antara kebebasan, kesombongan masa muda, dan kesadaran yang datang terlambat.

2. Amanat

Amanat yang terkandung dalam puisi ini yaitu:

Anak sebaiknya menghargai nasihat orang tua.

Kebebasan tanpa arah dapat merusak masa depan.

Kedewasaan bukan hanya soal usia, tetapi kemampuan memahami kehidupan.

Penyesalan sering datang setelah kesalahan terjadi.

3. Rasa (Feeling)

Perasaan yang dominan dalam puisi ini adalah:

Kesombongan masa muda pada bagian awal.

Kebingungan dan konflik batin ketika menghadapi kehidupan.

Penyesalan mendalam pada bagian akhir puisi.

Kesadaran diri bahwa nasihat orang tua sangat berharga.

4. Nada dan Suasana
Nada

Nada puisi bersifat:

Reflektif

Menyesal

Kontemplatif

Penyair seolah berbicara kepada dirinya sendiri dan kepada pembaca tentang kesalahan masa lalu.

Suasana

Suasana yang tercipta dalam puisi:

Melankolis

Penuh renungan

Sedikit getir dan tragis

5. Diksi (Pilihan Kata)

Puisi menggunakan diksi yang:

Modern dan kontekstual
Contoh: gawai terbaru, maps.

Metaforis dan simbolik
Contoh: kilang minyak, rudal, perang.

Diksi tersebut memperkuat gambaran konflik batin dan kekacauan hidup tokoh aku.

6. Imaji (Citraan)

Puisi ini mengandung beberapa citraan:

Citraan Penglihatan

Contoh:

“Nasihat itu bagai hujan kembang api”

“Tangis ibu adalah kota-kota yang berhamburan”

Pembaca dapat membayangkan visual yang kuat.

Citraan Pendengaran

Contoh:

“Kata-kata mereka sayup-sayup dan senyap”

Citraan Perasaan

Contoh:

“Aku hanya kilang kecil yang mengalir di antara perang”

7. Gaya Bahasa (Majas)

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi:

Metafora

“Tangis ibu adalah kota-kota yang berhamburan”

Perumpamaan (Simile)

“Nasihat itu bagai hujan kembang api”

Personifikasi

“Usia meninggalkan ingatanku”

Hiperbola

“dibombardir dari jutaan mil”

Antitesis

“keras lemah kehidupan”

Metafora simbolik

“kilang kecil yang mengalir di antara perang”

Ironi

“Aku sudah dewasa!” padahal langkahku masih tertatih

8. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi terdiri dari:

Tema → penyesalan dan kesadaran diri

Rasa → penyesalan dan refleksi

Nada → perenungan terhadap kesalahan masa lalu

Amanat → pentingnya mendengarkan nasihat orang tua

9. Struktur Fisik Puisi
Tipografi

Puisi berbentuk bait bebas (puisi bebas)

Tidak terikat rima dan jumlah baris tertentu.

Rima

Puisi tidak menggunakan rima tetap.

Keindahan lebih bertumpu pada makna dan citraan.

Kata Konkret

Contoh:

gawai

maps

rudal

kilang minyak

kota

Kata-kata konkret ini membantu pembaca membayangkan situasi secara nyata.

✅ Kesimpulan

Puisi Aku Bocah Lincah menggambarkan perjalanan batin seorang anak yang awalnya sombong dan merasa bebas, tetapi akhirnya menyadari bahwa ia telah mengabaikan nasihat orang tuanya. Puisi ini kuat dalam penggunaan metafora modern seperti teknologi dan peperangan untuk melukiskan konflik batin serta penyesalan yang mendalam.


Analisis majas-majas puisi tersebut:

Aku Bocah Lincah

Oleh Luh Arik Sariadi


Aku bocah lincah

berjalan tanpa peta menelusuri setiap celah di gawai terbaru,
sementara nasihat ibu dan ayah
hanya maps buta 

tak pernah mengalir dalam darah. (majas metafora)

Kata-kata mereka sayup-sayup dan senyap,
karena aku pura-pura tuli,
seakan semesta hanya tunduk kepadaku. (majas hiperbola)

Nasihat itu bagai hujan kembang api,
Menakjubkan berpendar ke langit 
namun tanah tak tersentuh bahkan tak terbakar. (majas simile dan personifikasi)

“Aku sudah dewasa!” kataku,
padahal langkahku masih tertatih
di antara keras lemah kehidupan. (majas ironi)

Usia meninggalkan ingatanku,
meninggalkan masa yang kosong 

bagikan angkasa yang lengang setelah Rudal Iran melebur Doha dan Manama . (majas personifikasi)

Kini kusadari,
seperti melewati lintasan tambang minyak,

yang tak sempat kukilang di dalam diri
hanya untuk kebebasan 

yang justru meruntuhkan masa depanku. (majas paradoks)

Tangis ibu adalah kota-kota yang berhamburan,
amarah ayah adalah rudal-rudal yang dilepas,
dan aku hanya kilang kecil
yang mengalir di antara perang. (majas alegori)

Aku bocah lincah, minyak-minyak keruh yang menimbun para tawanan perang, (majas metafora)
namun cinta ayah dan ibu serupa seruan,
yang telah dibombardir dari jutaan mil. (majas hiperbola)

Andai waktu berderap dengan pelan,
sebelum dihujani lara tangisku sendiri, aku akan menggali minyak-minyak itu. (majas antitesis)

Kini aku belajar,
bahwa menjadi diri sendiri lebih sulit
daripada membangun puing-puing kota yang tersisa. (majas satire)


Minggu, 01 Maret 2026

Analisis Puisi Jarah karya Luh Arik Sariadi

JARAH

Oleh Luh Arik Sariadi



Sami kajarah

Olih manah madasar corah Nénten malih satinut tekéning tutur lan titah Manados i manusa campah

Tan wénten sané satya masawitra

Sané adeg malinggih

Napi malih kayun ngupapira Ciri jagaté sampun usak

Sami katektek, sami kaebah

Jarah

Sami kajarah

Nénten malih ipun bungah

Wantah mangundang angkaraning murka Matilar suka, ngamedalang duka

Tan wénten sane satya sayaga


Napi malih wantah waspada Jagaté dumun degdeg landuh Sane mangkin boya ja gentuh Nunas mangda sami lantang tuuh


JARAH

(Terjemahan Bahasa Indonesia)

Jarah
Semua terjarah,
Oleh pikiran yang dilandasi amarah.
Tak lagi patuh pada tutur dan aturan,
Membuat manusia menjadi kacau.

Tak ada lagi yang setia bersahabat,
Yang tetap tegak berdiri,
Apalagi yang mau peduli.
Tanda dunia telah rusak,
Semua tercabik, semua tercerai-berai.

Jarah
Semua terjarah,
Tak ada lagi kebahagiaan,
Hanya memanggil angkara murka.
Meninggalkan suka, menghadirkan duka.

Tak ada yang setia berjaga,
Apalagi sekadar waspada.
Dunia dulu kokoh dan tenteram,
Kini tak lagi benar-benar teguh.

Semoga kita semua tetap kuat dan panjang umur.


 

Berikut analisis unsur-unsur puisi “JARAH” (terjemahan Bahasa Indonesia) karya Luh Arik Sariadi.


ANALISIS UNSUR-UNSUR PUISI

JARAH


I. Unsur Fisik Puisi

1. Diksi (Pilihan Kata)

Puisi ini menggunakan diksi yang lugas namun kuat secara makna. Kata-kata seperti:

  • terjarah

  • amarah

  • angkara murka

  • tercabik

  • tercerai-berai

  • duka

  • rusak

menunjukkan suasana kehancuran moral dan sosial.

Kata “jarah” menjadi kata kunci (simbol utama) yang bermakna perampasan atau kerusakan yang terjadi secara menyeluruh, baik secara fisik maupun batin.


2. Imaji (Citraan)

Puisi ini lebih dominan menggunakan imaji perasaan (psikis):

  • “Membuat manusia menjadi kacau”

  • “Tak ada lagi kebahagiaan”

  • “Meninggalkan suka, menghadirkan duka”

Ada pula imaji visual yang menggambarkan kerusakan:

  • “Semua tercabik, semua tercerai-berai”

  • “Dunia dulu kokoh dan tenteram, kini tak lagi benar-benar teguh”

Imaji tersebut membantu pembaca membayangkan kondisi dunia yang porak-poranda secara moral.


3. Majas (Gaya Bahasa)

Beberapa majas yang digunakan:

  1. Repetisi (Pengulangan)

    • “Jarah / Semua terjarah”
      Pengulangan ini menegaskan bahwa kerusakan terjadi secara menyeluruh dan berulang.

  2. Metafora

    • “Dunia telah rusak” → bukan hanya kerusakan fisik, tetapi kerusakan moral.

    • “Semua tercabik” → menggambarkan kehancuran nilai dan hubungan sosial.

  3. Antitesis (Pertentangan)

    • “Meninggalkan suka, menghadirkan duka”

    • “Dulu kokoh dan tenteram / kini tak lagi teguh”

Pertentangan ini memperkuat kesan perubahan dari keadaan baik menjadi buruk.


4. Rima dan Tipografi

  • Termasuk puisi bebas, tidak terikat pola rima tertentu.

  • Struktur bait pendek-pendek menciptakan tekanan emosional.

  • Penempatan kata “Jarah” sebagai pembuka dua bagian memberikan efek dramatis dan penegasan tema.


II. Unsur Batin Puisi

1. Tema

Tema utama puisi ini adalah:

  • Kerusakan moral manusia

  • Hilangnya nilai kesetiaan dan kepedulian

  • Kemerosotan kondisi dunia akibat amarah dan angkara murka


2. Rasa (Perasaan Penyair)

Perasaan yang muncul dalam puisi ini:

  • Keprihatinan

  • Kekecewaan

  • Kesedihan

  • Kegelisahan terhadap kondisi dunia

Namun pada bagian akhir muncul secercah harapan.


3. Nada dan Suasana

  • Nada: Tegas dan reflektif, seperti peringatan moral.

  • Suasana: Suram dan prihatin, tetapi ditutup dengan harapan.


4. Amanat (Pesan)

Pesan yang dapat diambil:

  • Amarah dan angkara murka merusak kehidupan manusia.

  • Dunia akan hancur jika nilai kesetiaan dan kepedulian hilang.

  • Manusia harus tetap waspada dan menjaga moralitas.

  • Di tengah kehancuran, harapan dan doa tetap penting:
    “Semoga kita semua tetap kuat dan panjang umur.”


III. Kesimpulan

Puisi “JARAH” menggambarkan kondisi dunia yang mengalami kemerosotan moral akibat amarah dan hilangnya kepedulian. Melalui pengulangan kata “jarah” dan diksi yang kuat, penyair menyampaikan kritik sosial sekaligus harapan agar manusia tetap bertahan dan menjaga nilai kehidupan.

Minggu, 22 Februari 2026

Mengurai Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk/kompleks yang terlalu panjang, sulit dipahami. Karena itulah perlu diuraikan menjadi kalimat simpleks(tunggal).
Contoh kalimat majemuk/kompleks:
Perusahaan Karl Benz bergabung dengan perusahaan Gottlieb Daimler dan melahirkan merek Marcedes-Benz.

Kalimat tunggal:
1. Perusahaan Karl Benz bergabung dengan perusahaan Gottlieb Daimler.
2. Gabungan perusahaan Karl Benz dan Gottlieb Daimler melahirkan merek Marcesedes-Benz.

Cobalah uraikan kalimat majemuk ini menjadi beberapa kalimat tunggal!
1. Mekanik memeriksa mesin mobil sebelum pelanggan mengambil kendaraannya.

2. Siswa TKR membongkar karburator lalu mereka membersihkan setiap komponennya.

3. Teknisi mengganti oli karena pelumas lama sudah menghitam.

4. Bengkel itu ramai sehingga pelanggan harus menunggu antrean.

5. Sopir memanaskan mesin agar performa kendaraan tetap optimal.

6. Montir mengecek tekanan ban sementara asistennya menyiapkan alat.

7. Mobil tidak dapat dihidupkan karena aki mengalami kerusakan.

8. Teknisi melakukan spooring dan balancing supaya ban tidak cepat aus.

9. Pengemudi mengurangi kecepatan ketika lampu lalu lintas berubah merah.

10. Mesin kendaraan berbunyi kasar sehingga perlu dilakukan penyetelan ulang.

11. Mekanik memperbaiki sistem rem dan ia juga mengganti kampas yang tipis.

12. Pelanggan datang lebih awal agar servis selesai tepat waktu.

13. Siswa praktik di bengkel sekolah meskipun cuaca sangat panas.

14. Mobil itu irit bahan bakar tetapi tenaganya tetap besar.

15. Teknisi memeriksa radiator karena suhu mesin meningkat drastis.

16. Pengendara memakai helm dan jaket agar aman selama perjalanan.

17. Montir mengganti busi setelah mesin sulit dinyalakan.

18. Kendaraan harus diservis secara berkala supaya kerusakan dapat dicegah.

19. Mekanik menemukan kebocoran oli ketika ia memeriksa bagian bawah mesin.

20. Siswa mengamati cara kerja injektor lalu mereka mencatat hasil pengamatan.

21. Mobil listrik tidak menghasilkan emisi sehingga lebih ramah lingkungan.

22. Teknisi memperbaiki sistem kelistrikan yang mengalami korsleting.

23. Pengemudi berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan jauh.

24. Mesin diesel lebih hemat bahan bakar, sedangkan mesin bensin lebih halus suaranya.

25. Mekanik mengganti filter udara karena komponen itu sudah kotor.

26. Pelanggan puas dengan pelayanan bengkel sehingga ia merekomendasikannya kepada temannya.

27. Siswa mempelajari sistem transmisi agar memahami cara perpindahan gigi.

28. Mobil mogok di tengah jalan sehingga harus diderek ke bengkel.

29. Teknisi mengecek sistem pendingin dan memastikan kipas radiator berfungsi dengan baik.

30. Pengendara mematuhi rambu lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan.

31. Mekanik menggunakan alat diagnostik untuk mengetahui kerusakan pada sensor.

32. Mobil itu melaju dengan cepat ketika jalan tol sedang lengang.

33. Teknisi memperbaiki sistem suspensi karena kendaraan terasa tidak stabil.

34. Siswa berdiskusi tentang teknologi hybrid sebelum mempresentasikan hasilnya.

35. Kendaraan harus dirawat dengan baik supaya usia pakainya lebih lama.

Minggu, 01 Februari 2026

Biografi Rio Haryanto


Biografi Rio Haryanto

Rio Haryanto adalah seorang pembalap mobil profesional asal Indonesia yang dikenal sebagai pembalap Indonesia pertama yang berlaga di ajang Formula 1 (F1). Ia lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 22 Januari 1993. Sejak kecil, Rio telah menunjukkan ketertarikan besar pada dunia balap dan olahraga otomotif.

Minat Rio terhadap balap dimulai saat ia masih anak-anak. Ia mengawali kariernya dari balap gokart pada usia enam tahun. Bakatnya yang menonjol membuatnya sering menjuarai berbagai kejuaraan gokart, baik di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi tersebut menjadi langkah awal yang kuat bagi Rio untuk menapaki jenjang balap profesional.

Sebelum sukses mengharumkan nama Indonesia untuk berlaga di ajang balap F1, Rio telah mengawali kariernya pada skala yang lebih kecil yakni di balap gokart pada tahun 2002. Dalam balapan itu, dia menang sebagai Juara Nasional Gokart kelas kadet. Karier Rio pun semakin melejit seiring berjalannya waktu.

Karier Rio terus berkembang ketika ia mengikuti berbagai ajang balap internasional, seperti Formula AsiaFormula BMW Pacific, dan GP3 Series. Puncak prestasi sebelum Formula 1 diraihnya saat berlaga di GP2 Series, di mana ia mampu bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik dunia.

Rio pernah menjuarai Formula BMW Pasifik musim 2009. Dia juga pernah mendapat kesempatan untuk tampil di Formula BMW Eropa sebagai pembalap tamu di seri Monza. Di Benua Eropa, Rio memulai kariernya dengan berlaga di Seri GP3. Dia juga membalap di seri GP2 pertama kali pada tahun 2012.



Pada tahun 2016, Rio Haryanto mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang tampil di Formula 1, bergabung dengan tim Manor Racing MRT. Debutnya di Formula 1 menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia karena membawa nama Indonesia ke panggung balap mobil paling bergengsi di dunia.

Setelah tidak melanjutkan karier di Formula 1, Rio tetap aktif di dunia otomotif dan balap mobil, termasuk mengikuti ajang balap ketahanan dan berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan motorsport di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai sosok inspiratif bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi atlet profesional di kancah internasional.

Rio Haryanto bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah mampu membawa anak bangsa bersaing di level dunia.

Biografi Kiichiro Toyoda


Biografi Kiichiro Toyoda
Kiichiro Toyoda lahir pada 11 Juni 1894 di Prefektur Shizuoka, Jepang. Ia merupakan putra sulung dari Sakichi Toyoda, seorang penemu terkenal Jepang yang dijuluki Bapak Revolusi Industri Jepang. Kiichiro dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia industri otomotif dan pendiri Toyota Motor Corporation, salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia.

Sejak muda, Kiichiro memiliki ketertarikan besar pada bidang teknik dan mesin. Ia menempuh pendidikan di Universitas Kekaisaran Tokyo dan lulus dari jurusan Teknik Mesin pada tahun 1920. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Kiichiro melakukan perjalanan ke Eropa dan Amerika Serikat untuk mempelajari perkembangan industri otomotif, terutama teknologi pembuatan mobil dan sistem produksi massal.

Terinspirasi oleh kemajuan industri otomotif di Barat, Kiichiro bertekad mengembangkan industri mobil di Jepang. Pada awal 1930-an, ia memulai proyek pengembangan mobil di bawah perusahaan milik keluarganya, Toyoda Automatic Loom Works. Usaha ini membuahkan hasil dengan diproduksinya mobil penumpang pertama Toyota, Model AA, pada tahun 1936.

Pada tahun 1937, Kiichiro Toyoda secara resmi mendirikan Toyota Motor Company (kemudian dikenal sebagai Toyota Motor Corporation). Di bawah kepemimpinannya, Toyota berkembang pesat meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan sumber daya dan dampak Perang Dunia II. Kiichiro dikenal sebagai pemimpin visioner yang menekankan pentingnya inovasi, efisiensi, dan kualitas produksi.

Salah satu warisan terpenting Kiichiro Toyoda adalah filosofi produksi yang menjadi dasar Toyota Production System (TPS), khususnya prinsip just-in-time, yang kemudian menjadi model bagi industri manufaktur di seluruh dunia.

Kiichiro Toyoda wafat pada 27 Maret 1952 di usia 57 tahun. Meskipun hidupnya relatif singkat, kontribusinya terhadap dunia industri sangat besar. Hingga kini, namanya dikenang sebagai pelopor industri otomotif Jepang dan tokoh yang meletakkan fondasi kesuksesan global Toyota.

Biografi Enzo Ferrari

Biografi Enzo Ferrari
Enzo Anselmo Ferrari lahir pada 18 Februari 1898 di Modena, Italia, dan wafat pada 14 Agustus 1988 di Maranello. Ia dikenal sebagai pendiri Ferrari, salah satu produsen mobil sport paling bergengsi di dunia, serta tokoh legendaris dalam dunia balap mobil.

Sejak kecil, Enzo Ferrari sudah menunjukkan ketertarikan besar pada dunia otomotif dan balap. Ketertarikan ini muncul setelah ia menyaksikan perlombaan mobil bersama ayahnya. Namun, masa mudanya tidak berjalan mulus. Ayah dan kakaknya meninggal dunia akibat wabah flu Spanyol, dan Enzo sempat mengalami kesulitan ekonomi.

Pada awal kariernya, Enzo bekerja sebagai pembalap mobil. Ia bergabung dengan Alfa Romeo pada tahun 1920, baik sebagai pembalap maupun manajer tim. Dari sinilah namanya mulai dikenal dalam dunia balap Italia. Pada tahun 1929, Enzo mendirikan Scuderia Ferrari, yang awalnya berfungsi sebagai tim balap untuk mobil Alfa Romeo.

Hubungan Enzo Ferrari dengan Alfa Romeo berakhir pada tahun 1939. Setelah itu, ia mulai merintis perusahaan sendiri. Pada tahun 1947, lahirlah mobil Ferrari pertama dengan merek Ferrari 125 S, yang menandai dimulainya era Ferrari sebagai produsen mobil sport dan balap.

Ferrari dengan cepat meraih kesuksesan di dunia balap, terutama di ajang Formula 1. Tim Ferrari dikenal sebagai tim tertua dan tersukses dalam sejarah F1. Enzo Ferrari dijuluki “Il Commendatore”, sosok yang tegas, perfeksionis, dan sangat berorientasi pada kemenangan. Baginya, balap bukan sekadar olahraga, melainkan kehormatan dan kebanggaan.

Selain dunia balap, Enzo Ferrari juga mengembangkan mobil-mobil sport mewah untuk kebutuhan komersial. Namun, tujuan utamanya tetap sama: mendanai kegiatan balap. Filosofi ini membuat Ferrari dikenal sebagai merek yang menggabungkan kecepatan, prestise, dan inovasi teknik.

Enzo Ferrari meninggal dunia pada usia 90 tahun, tetapi warisannya tetap hidup. Hingga kini, Ferrari menjadi simbol keunggulan otomotif dunia dan semangat kompetisi tanpa kompromi.

Biografi Soichiro Honda


Biografi Soichiro Honda

Soichiro Honda adalah tokoh otomotif dunia yang dikenal sebagai pendiri Honda Motor Company. Ia lahir pada 17 November 1906 di Desa Komyo, Prefektur Shizuoka, Jepang. Sejak kecil, Soichiro Honda sudah tertarik pada mesin dan kendaraan bermotor. Ketertarikannya itu tumbuh karena ia sering membantu ayahnya yang bekerja sebagai pandai besi sekaligus montir sepeda.

Pendidikan formal Soichiro Honda tidak terlalu tinggi, tetapi ia memiliki semangat belajar yang luar biasa. Pada usia muda, ia bekerja sebagai montir di sebuah bengkel mobil di Tokyo. Dari pengalaman tersebut, ia banyak belajar tentang mesin, perbaikan kendaraan, dan inovasi teknologi.

Pada tahun 1948, Soichiro Honda mendirikan Honda Motor Company. Awalnya, perusahaan ini hanya memproduksi sepeda bermotor sederhana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jepang pascaperang. Namun, berkat kerja keras, kreativitas, dan keberaniannya mengambil risiko, Honda berkembang pesat menjadi salah satu produsen kendaraan terbesar di dunia.

Soichiro Honda dikenal sebagai sosok yang pantang menyerah. Ia mengalami banyak kegagalan dalam usahanya, tetapi tidak pernah berhenti mencoba. Prinsip hidupnya adalah bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Filosofi inilah yang menjadi dasar budaya kerja di Honda hingga saat ini.

Soichiro Honda wafat pada 5 Agustus 1991, namun pemikirannya tetap hidup melalui produk-produk Honda yang digunakan di seluruh dunia. Ia dikenang sebagai tokoh otomotif yang berhasil mengubah keterbatasan menjadi kekuatan dan memberi kontribusi besar bagi perkembangan industri kendaraan bermotor.

Biigrafi Luh Arik Sariadi

Biografi Luh Arik Sariadi
Orientasi
Luh Arik Sariadi lahir di Tukadmungga, 11 Desember 1983. Ia besar dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai budaya, pendidikan, dan kerja keras. Ayahnya, I Nyoman Sura yang bekerja sebagai buruh bangunan selalu berpesan bahwa kehidupan harus dilalui dengan bersemangat. Ketut Serikasih, ibunya yang berprofesi sebagai pedagang selalu menekankan pentingnya manajemen keuangan agar bisa tetap bertahan hidup di tengah ekonomi yang pasang surut.

Peristiwa Penting
Sejak Taman Kanak-kanak tahun (1990), ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, disiplin, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan pelestarian budaya lokal. Hal ini ditunjukkan dengan keriangannya saat diajak bernyanyi lagu Bali sebagai dolanan.

Pada tahun 1991, SD Negeri 4 Tukadmungga menjadi tempat pendidikan dasarnya  untuk mulai menunjukkan minat pada kegiatan akademik dan sosial. Saat SD, ia sering diminta menjelaskan materi matematika dasar. Selama masa sekolah di SMP Negeri 2 Singaraja, Luh Arik Sariadi aktif mengikuti berbagai kegiatan yang membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan mengikuti kegiatan Pramuka. Nilai-nilai tersebut terus ia bawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Dalam perjalanan hidupnya, Luh Arik Sariadi dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam mengembangkan diri. Ia percaya bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat. Prinsip ini tercermin dalam setiap langkah yang diambilnya, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

Reorientasi
Selain berfokus pada pengembangan diri, Luh Arik Sariadi juga memiliki kepedulian besar terhadap budaya Bali. Ia memandang budaya sebagai identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, ia senantiasa berupaya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Ia dan adik-adiknya sering memainkan seni bondres dalam acara tiga bulanan dan pernikahan sanak saudaranya.
Adapun beberapa karya berupa tulisan sudah dibukukan oleh Luh Arik Sariadi, antara lain:
1. Karya Tunggal
Sejak Lama (2024) Kumpulan Naskah Monolog ISBN: 978-623-8089-47-5
Nyonya Suartini (2025) Kumpulan Cerita Pendek ISBN: 978-634-04-2466-9

2. Karya Gabungan dengan Orang Lain
Nyunnyan...Nyunnyen (2004) Kumpulan Naskah Drama ISBN: 979-96183-0-9
Menyublim hingga Rahim (2015) Kumpulan Naskah Drama ISBN: 978-979-95454-5-9
Sang Guru (2019) Antologi Puisi ISBN: 978-623-92348-1-2
Pendidikan Seribu Wajah (2021) Antologi Puisi ISBN: 978-623-6168-78-3 
Manusia-manusia (2024) Kumpulan Cerpen ISBN: 978-623-10-4945-2


Dengan semangat pantang menyerah, Luh Arik Sariadi terus berupaya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Dedikasi, ketekunan, dan sikap rendah hati menjadi ciri utama yang melekat pada dirinya, menjadikannya sosok yang layak dijadikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Biografi William Soerjadjaja



Biografi William Soerjadjaja

William Soerjadjaja lahir pada 23 April 1922 di Majalengka, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai pengusaha besar Indonesia, pendiri Astra International, dan salah satu tokoh penting dalam perkembangan industri otomotif dan manufaktur nasional.

William Soerjadjaja berasal dari keluarga sederhana. Sejak muda, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin, ulet, dan pekerja keras. Pendidikan formalnya tidak tinggi, namun ia memiliki kecerdasan bisnis dan ketekunan luar biasa. Nilai kejujuran dan tanggung jawab menjadi prinsip hidup yang ia pegang kuat sepanjang kariernya.

Pada tahun 1957, William Soerjadjaja mendirikan perusahaan perdagangan kecil bernama PT Astra International Inc. bersama beberapa rekan. Awalnya, Astra bergerak di bidang perdagangan umum. Namun, berkat visi jauh ke depan, Astra berkembang pesat dan mulai memasuki sektor otomotif, alat berat, perkebunan, perbankan, dan manufaktur.

Terobosan besar Astra terjadi ketika perusahaan ini menjadi agen tunggal berbagai merek otomotif ternama, seperti ToyotaDaihatsu, dan Honda. Di bawah kepemimpinan William Soerjadjaja, Astra tumbuh menjadi salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Meski meraih kesuksesan besar, perjalanan hidup William Soerjadjaja tidak selalu mulus. Pada akhir tahun 1970-an, ia harus menghadapi masa sulit akibat masalah keuangan dan krisis internal perusahaan. Namun, ia tetap dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, memilih menyelesaikan kewajiban finansialnya dengan penuh integritas, meskipun harus melepas kendali atas Astra.

William Soerjadjaja wafat pada 3 April 2010. Ia dikenang bukan hanya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai teladan dalam etika bisnis, kejujuran, dan keteguhan prinsip. Nilai-nilai yang ia tanamkan terus hidup dan diteruskan oleh generasi penerusnya di dunia usaha Indonesia.

Biografi Ferdinand Porsche

Biografi Ferdinand Porsche
Ferdinand Porsche lahir pada 3 September 1875 di Maffersdorf, Austria-Hongaria (sekarang Vratislavice nad Nisou, Republik Ceko). Ia dikenal sebagai insinyur otomotif jenius dan pendiri perusahaan Porsche, serta tokoh penting dalam perkembangan teknologi kendaraan bermotor dunia.

Sejak usia muda, Ferdinand Porsche telah menunjukkan bakat luar biasa di bidang teknik dan kelistrikan. Meskipun tidak mengenyam pendidikan formal teknik secara lengkap, ia belajar secara mandiri dan langsung mempraktikkan pengetahuannya. Pada usia 18 tahun, ia telah menciptakan sistem penerangan listrik untuk rumah keluarganya.

Karier profesional Porsche dimulai ketika ia bekerja di perusahaan Lohner-Werke di Wina. Di sana, ia mengembangkan mobil listrik dan kemudian menciptakan Lohner-Porsche, kendaraan hibrida pertama di dunia yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Inovasi ini membuat namanya dikenal luas di dunia otomotif.

Pada tahun 1906, Ferdinand Porsche bergabung dengan Austro-Daimler, dan kemudian menjadi kepala insinyur. Ia merancang berbagai mobil balap dan kendaraan berperforma tinggi. Selanjutnya, ia bekerja di Daimler-Benz, di mana ia turut berperan dalam pengembangan mobil-mobil mewah dan balap.

Pada tahun 1931, Porsche mendirikan perusahaan konsultan teknik bernama Dr. Ing. h.c. F. Porsche GmbH di Stuttgart, Jerman. Salah satu proyek paling terkenalnya adalah perancangan Volkswagen Beetle, mobil rakyat yang ditujukan agar terjangkau bagi masyarakat luas.

Setelah Perang Dunia II, putranya Ferry Porsche melanjutkan perjuangan sang ayah dengan mengembangkan mobil sport bermerek Porsche. Mobil pertama Porsche, Porsche 356, menjadi awal kesuksesan besar merek tersebut.

Ferdinand Porsche wafat pada 30 Januari 1951 di Stuttgart, Jerman, pada usia 75 tahun. Hingga kini, namanya dikenang sebagai pelopor teknik otomotif yang berani melampaui zamannya dan meletakkan dasar bagi mobil sport berperforma tinggi yang legendaris.

Biografi Henry Ford

Biografi Henry Ford
Henry Ford lahir pada 30 Juli 1863 di Greenfield Township, Michigan, Amerika Serikat. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha, insinyur, dan pendiri Ford Motor Company, serta tokoh penting yang merevolusi industri otomotif dunia.
Sejak kecil, Henry Ford menunjukkan ketertarikan besar pada mesin. Ia lebih senang membongkar dan memperbaiki peralatan dibandingkan mengerjakan pekerjaan bertani seperti keluarganya. Ketertarikannya pada dunia mekanik semakin kuat ketika ia melihat mesin uap untuk pertama kalinya.

Pada usia 16 tahun, Ford meninggalkan rumah dan pergi ke Detroit untuk bekerja sebagai mekanik. Ia terus mengembangkan pengetahuannya tentang mesin sambil bekerja di beberapa perusahaan. Tahun 1891, ia bekerja di Edison Illuminating Company, dan dua tahun kemudian dipromosikan menjadi kepala insinyur. Di sinilah ia memiliki waktu dan dana untuk mengembangkan kendaraan bermotor.

Pada tahun 1896, Henry Ford berhasil menciptakan kendaraan pertamanya yang disebut Quadricycle. Meskipun mengalami kegagalan dalam beberapa usaha awalnya, Ford tidak menyerah. Akhirnya, pada tahun 1903, ia mendirikan Ford Motor Company.
Kesuksesan besar datang ketika Ford memperkenalkan Model T pada tahun 1908. Mobil ini dirancang sederhana, kuat, dan terjangkau bagi masyarakat luas. Inovasi terbesarnya adalah penerapan sistem lini perakitan (assembly line) pada tahun 1913, yang memungkinkan produksi mobil secara massal, lebih cepat, dan lebih murah. Hal ini menjadikan mobil bukan lagi barang mewah, tetapi kebutuhan yang dapat dimiliki banyak orang.

Selain inovasi teknologi, Henry Ford juga dikenal karena kebijakan ketenagakerjaannya. Ia menerapkan upah lima dolar per hari, yang tergolong tinggi pada masanya, guna meningkatkan kesejahteraan pekerja dan produktivitas perusahaan.
Henry Ford wafat pada 7 April 1947 di Dearborn, Michigan, pada usia 83 tahun. Warisannya tidak hanya berupa perusahaan otomotif besar, tetapi juga perubahan besar dalam cara manusia bekerja, berproduksi, dan bertransportasi.

Biografi Karl Benz


Biografi Karl Benz

Karl Friedrich Benz lahir pada 25 November 1844 di Karlsruhe, Jerman. Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah dunia otomotif karena merupakan penemu mobil pertama yang menggunakan mesin pembakaran dalam berbahan bakar bensin. Berkat jasanya, Karl Benz sering dijuluki sebagai Bapak Mobil Modern.

Sejak kecil, Karl Benz sudah menunjukkan ketertarikan besar pada bidang teknik dan mesin. Ayahnya, Johann Georg Benz, adalah seorang masinis kereta api yang sangat mendukung pendidikan Karl. Sayangnya, ayahnya meninggal dunia ketika Karl masih berusia dua tahun. Meskipun demikian, ibunya, Josephine Vaillant, berusaha keras agar Karl tetap mendapatkan pendidikan terbaik. Pada usia 15 tahun, Karl Benz sudah diterima di Karlsruhe Polytechnic untuk mempelajari teknik mesin.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Karl Benz mengalami banyak kegagalan dalam usaha dan penelitiannya. Ia sering mengalami kesulitan keuangan, bahkan hidup dalam kondisi yang sangat sederhana. Namun, semangat pantang menyerah membuatnya terus melakukan eksperimen hingga akhirnya pada tahun 1885 ia berhasil menciptakan kendaraan bermotor roda tiga yang dikenal sebagai Benz Patent-Motorwagen. Kendaraan ini kemudian dipatenkan pada tahun 1886 dan dianggap sebagai mobil pertama di dunia.

Keberhasilan Karl Benz tidak lepas dari dukungan istrinya, Bertha Benz. Bertha tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga berperan penting dalam mempopulerkan mobil ciptaan suaminya dengan melakukan perjalanan jarak jauh pertama menggunakan mobil. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa kendaraan bermotor Karl Benz layak digunakan secara praktis.

Pada tahun 1926, perusahaan Karl Benz bergabung dengan perusahaan milik Gottlieb Daimler dan melahirkan merek terkenal Mercedes-Benz. Karl Benz wafat pada 4 April 1929 di Ladenburg, Jerman. Hingga kini, namanya dikenang sebagai pelopor industri otomotif yang mengubah cara manusia bertransportasi.

Minggu, 25 Januari 2026

Kalimat Tidak Efektif


Kalimat tidak efektif biasanya terjadi karena pesan yang ingin disampaikan jadi bertele-tele, rancu, atau sulit dipahami. Penyebabnya antara lain:

- Penggunaan kata yang berlebihan (pleonasme)
Contoh: naik ke atas, turun ke bawah.

- Susunan kalimat tidak logis
Hubungan antarunsur kalimat tidak masuk akal.

- Subjek tidak jelas atau ganda
Membuat pembaca bingung siapa pelaku sebenarnya.

-Pemilihan kata (diksi) tidak tepat
Kata yang digunakan tidak sesuai makna atau konteks.

- Pengulangan kata atau frasa yang tidak perlu
Mengulang informasi yang sama tanpa tujuan.

- Penggunaan kata hubung yang salah atau berlebihan
Misalnya terlalu banyak “dan”, “yang”, atau “karena”.

- Kalimat terlalu panjang dan berbelit-belit
Ide utama jadi sulit ditangkap.

- Ketidaksejajaran (paralelisme) bentuk kata
Contoh: menulis, membaca, dan pengamatan (tidak sejajar).

-Penggunaan imbuhan yang keliru
Mengubah makna atau membuat kalimat rancu.

-Pengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
-Struktur kalimat jadi tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia.

-Penggunaan kata depan tidak tepat
Misalnya salah memakai di, ke, atau dari.

-Ambiguitas (makna ganda)
Kalimat bisa ditafsirkan lebih dari satu arti.

Mari diskusikan penyebab ketidakefektifan kalimat di bawah ini!
1. Para siswa-siswa sedang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

2. Dia pergi ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor miliknya sendiri.

3. Ibu naik ke atas ke lantai dua untuk mengambil barang.

4. Kami semua bersama-sama berkumpul di aula sekolah.

5. Ayah bekerja demi untuk menafkahi keluarganya.

6. Rapat tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin yang akan datang.

7. Para hadirin sekalian dimohon untuk berdiri.

8. Siswa-siswa diminta untuk agar segera masuk ke kelas.

9. Buku itu adalah merupakan milik saya pribadi.

10. Ia sangat rajin sekali dalam belajar.

11. Mereka saling bekerja sama bersama dalam kelompok.

12. Acara tersebut telah selesai dilaksanakan dengan sukses.

13. Setiap masing-masing siswa wajib membawa buku tulis.

14. Guru sedang menjelaskan tentang materi pelajaran.

15. Saya pribadi merasa sangat senang sekali.

16. Dia turun ke bawah untuk menemui tamu.

17. Para tamu undangan-undangan sudah hadir semua.

18. Anak-anak kecil sedang bermain-main di halaman.

19. Dia membeli beberapa buah-buahan di pasar.

20. Kami mengucapkan terima kasih banyak sekali.

21. Ayah pulang kembali ke rumah sore hari.

22. Para pegawai-pegawai bekerja dengan rajin.

23. Ia maju ke depan untuk menyampaikan pendapat.

24. Rina adalah seorang siswi perempuan.

25. Mereka semua hadir secara bersama-sama.

26. Siswa diminta agar untuk mengumpulkan tugas.

27. Ia masuk ke dalam ke ruangan kepala sekolah.

28. Ibu guru memberikan nasehat kepada siswa-siswa.

29. Kami naik ke atas ke panggung untuk tampil.

30. Setiap para peserta wajib hadir tepat waktu.

31. Dia sendiri secara pribadi yang mengerjakan tugas itu.

32. Hasil dari pada ujian akan diumumkan besok.

33. Kami semua sangat berharap sekali agar acara ini sukses.

34. Para orang tua wali murid-murid hadir di sekolah.

35. Ia berbicara dengan suara yang keras sekali.

Minggu, 11 Januari 2026

Pertanyaan Kritis dan Hot tentang Jual-Beli Sepatu di Pasar


  1. Mengapa perbedaan harga sepatu di pasar bisa sangat jauh meskipun modelnya sama?

  2. Bagaimana penjual menentukan harga awal sepatu sebelum ditawar?

  3. Bagaimana pengaruh harga jual terhadap  kualitas sepatu?

  4. Mengapa pembeli sering menilai harga tidak sebanding dengan kualitas?

  5. Mengapa penawaran yang terlalu rendah sangat memengaruhi keberlangsungan usaha penjual?

  6. Bagaimana penjual menyeimbangkan keuntungan dan kepuasan pembeli?

  7. Mengapa negosiasi bisa berubah dari wajar menjadi tidak etis?

  8. Mengapa transparansi asal dan bahan sepatu penting dalam negosiasi?

  9. Bagaimana kekuatan tawar pembeli dan penjual bisa berubah selama proses negosiasi?

  10. Mengapa pembeli yang terlalu fokus dengan  pada harga murah sering mendapatkan sepatu berkualitas rendah?

  11. Mengapa pengalaman penjual memengaruhi hasil negosiasi?

  12. Bagaimana strategi bahasa dan sikap memengaruhi kesepakatan harga?

  13. Mengapa jika penjual memberi harga berbeda pada pembeli yang berbeda sangat berisiko menimbulkan konflik?

  14. Bagaimana peran kepercayaan dalam transaksi jual beli di pasar tradisional?

  15. Mengapa penjual kadang lebih memilih tidak menjual daripada menerima harga rendah?

  16. Mengapa saling menguntungkan menjadi cara terbaik dalam negosiasi?

  17. Bagaimana pengaruh kondisi pasar (ramai/sepi) terhadap hasil negosiasi?

  18. Mengapa pembeli perlu memahami biaya dan risiko yang ditanggung penjual?

  19. Bagaimana etika tawar-menawar mencerminkan nilai sosial di pasar tradisional?

  20. Bagaimana bila dalam negosiasi   harga yang disepakati tidak turun drastis?

  21. Mengapa pembeli terlihat cemberut saat meninggalkan toko padahal harga sudah disepakati?

  22. Mengapa ketidakpuasan pembeli kadang ditunjukkan dengan menanyakan harga sepatu lain?

  23. Mengapa pembeli sering membanding-bandingkan harga di toko lain?

  24. Jika Anda pemilik toko dan ada pembeli yang sangat cerewet, bagaimana cara Anda agar pembeli itu tetap membeli sepatu?

  25. Jika Anda pembeli sepatu dan pedagang tidak mau menurunkan harga dengan alasan sepatu itu produk langka, bagaimana argumen Anda agar harga tetap diturunkan?

  26. Mengapa penjual sepatu yang membawa lap dapat membuat pembeli tersinggung saat berkunjung ke toko?

  27. Bagaimana cara penjual agar tidak membuat tersinggung pembeli yang membawa uang receh saat membeli sepatu?

  28. Mengapa saat membeli sepatu di pasar perlu mengajak teman atau saudara?

  29. Mengapa jumlah orang yang ikut menawar tidak menjamin agar pembeli mendapat harga yang lebih murah?

  30. Mengapa penjual perlu mengisi harga pada semua sepatu yang dijual?

  31. Mengapa diskon pada toko sepatu tidak perlu dipasang di semua produk?

  32. Mengapa diskon yang dipasang di depan toko lebih efektif dalam menghadirkan pembeli ke toko?

  33. Bagaimana perasaan Anda ketika menjadi pembeli dan mendapatkan diskon saat berbelanja?

  34. Mengapa pencantuman harga terlalu tinggi pada produk dapat melabeli toko sebagai toko mahal?

  35. Mengapa jumlah orang yang berkunjung ke toko mampu memengaruhi harga barang?

Jumat, 09 Januari 2026

Hujan di Atap Seng

Hujan di Atap Seng 

Mereka tak punya banyak, tapi mereka punya pagi yang baru. Dan itu cukup untuk bertahan

Oleh Eric Budi Santosa

02 Jan 2026 16:17 WIB · Cerpen

Hujan turun sejak magrib, mengetuk atap seng rumah kecil di ujung gang itu. Suaranya nyaring, seperti ribuan jari mengetuk kaleng, membuat malam terasa lebih panjang dan dingin. Di dalam rumah berdinding tripleks, keluarga kecil itu duduk saling merapat, seolah menukar kehangatan melalui napas masing-masing. 

Di lantai, genangan kecil mulai merambat. Embun air menetes dari lubang-lubang kecil di atap seng yang mulai berkarat. Siti, perempuan berusia tiga puluh lima tahun, bergegas meletakkan ember bekas cat di bawah salah satu tetesan. Bunyi ”tik… tik…” memenuhi ruang sempit itu. 

”Bunyi musik hujan,” bisik Rara, anak perempuan lima tahun, yang memeluk boneka kain berwarna pudar. 

Siti tersenyum payah. ”Iya, musik hujan.” 

Rara menggigil. Udara malam merayap masuk lewat celah-celah dinding. Angin membawa rasa asin dan dingin, bercampur bau tanah basah. Sementara Siti menambahkan kain di bawah pintu agar air tak masuk lebih jauh, suaminya, Wawan, baru pulang lembur dari pabrik garmen. Bajunya menempel di badan, bercampur keringat dan bau mesin jahit. 

”Maaf lama, hujannya deras banget,” ujar Wawan, mengelap rambutnya yang basah. 

Siti hanya mengangguk. Ia sibuk menahan air agar tak mengalir ke tempat tidur tipis di pojok ruang. Ember memenuhi ruangan, menampung tetesan dari berbagai sudut. Rumah itu ibarat kapal kecil yang sedang berjuang menantang badai. 

Rara mengangkat wajah, matanya setengah terpejam. ”Ayah, Rara kedinginan.…” 


Wawan duduk di sampingnya, mengangkat tubuh kecil itu ke pangkuan. Ia merogoh jaket lusuh, menyampirkannya di punggung Rara. Wawan memejam sejenak, merasakan tubuh putrinya yang menggigil, seolah sedang menyimpan kesejukan dari luar. 

Maafin Ayah belum bisa ganti atapnya,” ucapnya pada Siti, pelan. 

Siti tersenyum samar. ”Nggak apa, nanti kita cicil. Yang penting kita bareng.” 

Hujan di luar semakin liar. Gemuruhnya mengguncang seng seperti genderang perang, seolah alam sedang menguji daya tahan mereka. Siti teringat cerita orang-orang di pabrik bahwa hujan bisa jadi berkah, tapi baginya, hujan malam ini seperti ujian baru dalam tumpukan ujian yang sudah tak terhitung. 

 ***

Tetesan air itu semakin banyak. Ember yang penuh harus dikosongkan beberapa kali. Wawan dan Siti bergantian, menimba keluar air yang terisi. Kaki mereka dingin, matanya mengantuk, tapi mereka tak punya pilihan. Tempat tidur Rara hanya dilindungi selembar plastik tipis, sementara anak itu berusaha tidur di gendongan Wawan. 

Di sudut kamar, ada kaleng biskuit yang disimpan Siti. Bukan biskuit, tapi uang receh hasil menyimpan sedikit demi sedikit dari belanja harian. Rencananya untuk perbaikan atap sebelum musim hujan, tapi kebutuhan lain selalu mendahului. Sakit, sekolah, makan, listrik. Semua datang tanpa permisi. 

Di tengah riuh hujan, Siti meraba kaleng itu. Beratnya seperti beban di dada. Ia menatap Wawan yang sedang mengelus rambut Rara, dan hatinya meleleh, antara sedih dan bangga. Mereka tak punya banyak, tapi mereka saling menggenggam. 

”Besok aku tanya Pak RT,” kata Siti. ”Siapa tahu bisa pinjem tangga buat naik ke atap.” 


Wawan mengangguk, tapi ia tahu, lubang di atap itu tak bisa ditambal dengan sekadar plastik. Seng itu sudah tua, mungkin seumuran dengan rumah kontrakan mereka. Namun, Wawan tak ingin menambah beban istrinya. Ia hanya menatap Rara yang mulai tenang di pelukannya. 

Tak lama kemudian, sebuah lubang besar baru muncul di tengah atap. Tetesan berubah jadi aliran kecil. Siti terlonjak. Ember lain pun diambil, namun tak cukup. Siti mengambil baskom, panci, bahkan mangkuk nasi yang tersisa. Semua demi menampung air yang tak kenal ampun. 

”Atapnya kebuka, Wan!” teriak Siti. 

Wawan mengangguk, tapi ia tahu, lubang di atap itu tak bisa ditambal dengan sekadar plastik.

Wawan berdiri, menatap ke atas, melihat langit kelabu yang bocor dari seng tipis. Ia mengambil selembar kardus, mencoba menutup lubang itu. Namun, kardus basah, roboh, dan air tetap tumpah. Rara terbangun, menangis. Suara hujan menutupi suara tangisnya. 

”Ma.…” Rara meraih tangan ibunya. 

Siti memeluknya, mencoba menenangkan. Dalam pelukan itu, ia merasakan tubuh Rara yang semakin dingin. Ia mengambil selimut tipis, menutup anak itu. 

Wawan memandang ke luar lewat celah pintu. Hujan belum menunjukkan tanda akan berhenti. Gelap. Hanya remang lampu jalan. Ia mengambil bangku kecil, memanjatnya untuk menempelkan plastik di lubang itu. Tangannya gemetar. 

”Siti, pegangin ini,” katanya. 

Siti memegang plastik itu dari bawah, sementara Wawan menempelkan selotip seadanya. Plastik itu menahan air sesaat, tapi kemudian kembali bocor. Mereka hanya bisa menatap air yang terus menetes, perlawanan seperti tak berujung. 


Wawan turun, duduk di lantai, wajahnya letih. Siti menatap suaminya, lalu ke anaknya, dan merasa dadanya sesak. Namun, ia bangkit, mengambil kain bekas, menutup area sekitar Rara. ”Yang penting Rara nggak kena air.” 

Malam itu panjang. Seperti tak pernah selesai. Wawan dan Siti duduk, saling diam. Hanya suara hujan menemani. Di luar, jalanan tergenang, dan suara motor jauh terdengar seperti mimpi. Mereka terjebak dalam rumah kecil yang penuh ember, penuh dingin, tapi juga penuh cinta. 

Malam itu panjang. Seperti tak pernah selesai. Wawan dan Siti duduk, saling diam.

 *** 

Mendung masih menggantung di pagi hari. Suara hujan mereda, menyisakan tetes kecil dari ujung atap seng. Rumah itu berantakan: ember dan panci memenuhi lantai, pakaian basah tergantung di tali, dan genangan masih tampak di sudut-sudut. 

Rara terbangun, matanya sembab. Tapi, ia tersenyum kecil. Ia mengambil selembar kertas kusut dan pensil warna yang tinggal setengah. Duduk di lantai, ia menggambar pelangi besar di atas rumah kecil dengan atap seng berwarna coklat. 

”Ini rumah kita, Bu,” katanya. ”Ada pelanginya.” 

Siti tertegun. Senyum muncul di wajah letihnya. ”Cantik sekali.” 

Wawan menghela napas panjang, melihat gambar itu. Dalam gambar Rara, rumah mereka dikelilingi bunga, dan di atap ada sehelai kain besar menutup bocor. Meski warna-warna itu tampak luntur, namun Rara memberi goresan cerah pada pelangi, seolah menolak padam. 


Siti memeluk Rara dari belakang. ”Kamu pintar.”  

Rara tertawa kecil. ”Nanti kalau ada pelangi sungguhan, kita lihat bareng, ya?” 

Wawan mengangguk. ”Pasti.” 

Di luar, matahari pagi mulai menembus awan. Cahaya tipis masuk lewat celah dinding. Kehangatan kecil itu cukup menyiram hati mereka yang hampir beku semalam. 

Siti membereskan ember-ember, menumpahkan air genangan ke luar. Wawan merapikan plastik yang menutup atap sementara. Mereka tak punya banyak, tapi mereka punya pagi yang baru. Dan itu cukup untuk bertahan. 

Rumah itu masih bocor, masih kecil. Namun, di atas atap sengnya, pelangi kecil dalam gambar Rara seolah menjadi janji: bahwa di antara kemiskinan dan kepayahan, harapan selalu menemukan jalannya. 

Dan ketika Wawan berangkat kerja, membawa bekal nasi sambal sederhana, ia menatap langit, mencari pelangi. Meski tak terlihat, ia tahu, pelangi itu sudah muncul di dalam rumah, dalam gambar Rara, dalam hati mereka. 

Hujan di atap seng tetap menjadi lagu malam. Namun, bagi mereka, setiap tetes kini bukan hanya membawa dingin, tapi juga janji akan hari yang lebih terang. 

 

Eric Budi Santosa, lahir di Karanganyar, 16 April 1976. Pernah menulis cerpen di sejumlah media daring dan cetak. Pengalaman menulis cerpen lebih kurang tiga tahun.



UNGGULAN

Mantra pecaruan

Dikutip dari  Mantra pecaruan ayam brumbun  bertujuan menyucikan tempat dan menyeimbangkan energi negatif (Bhuta Kala), terutama di tengah a...