Selasa, 17 Maret 2026

Mantra pecaruan

Dikutip dari 

Mantra pecaruan ayam brumbun bertujuan menyucikan tempat dan menyeimbangkan energi negatif (Bhuta Kala), terutama di tengah area (madya) menggunakan ayam berbulu campuran/brumbun. Mantra ini memanggil Sang Bhuta Tiga Sakti dan Dewa Siwa sebagai saksi, memohon agar kekuatan jahat menjadi harmoni.
Mantra Caru Ayam Brumbun (Ring Tengah):
"Om indah ta kita sang bhuta saksi, ring madya desanira. Kliwon panca waranya Dewa Siwadewatanya, iki tadah sajinira penek manca warna maiwak ayam brumbun, ingolah winangun urip, katekeng seruntutannya, ajak sawadwanira ulung siki, minawi wenten kirang luput, den agung sinampura sang adruwe caru."
Artinya:
"Ya Tuhan dalam manifestasi sebagai Sang Bhuta Saksi, yang berada di tengah-tengah. Panca waranya Kliwon, Dewanya adalah Siwa, inilah sajianmu penek manca warna (lima warna) disertai daging ayam brumbun yang diolah hidup, beserta seluruh pengikutnya berjumlah 888. Jika ada kekurangan, mohon dimaafkan oleh yang memiliki caru."
Tambahan Mantra/Pemujaan:
  • Membakar dupa: "Om Ang Brahma-amretha dhipa ya namah, Om Ung Wisnu-amretha dhipa ya namah, Om Mang Iswara-amretha dhipa ya namah."
  • Membasuh tangan: "Om Hrang Ung Phat Astra Ya Namah Swaha."
  • Penutup: "Om Siddirasastu swaha. Om Ing namah swaha."
Pecaruan ini biasanya dilaksanakan pada hari raya seperti Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi) atau upacara di tingkat rumah tangga (karang) untuk menjaga harmoni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

UNGGULAN

Mantra pecaruan

Dikutip dari  Mantra pecaruan ayam brumbun  bertujuan menyucikan tempat dan menyeimbangkan energi negatif (Bhuta Kala), terutama di tengah a...