Luh Arik Sariadi lahir di Tukadmungga, 11 Desember 1983. Ia besar dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai budaya, pendidikan, dan kerja keras. Ayahnya, I Nyoman Sura yang bekerja sebagai buruh bangunan selalu berpesan bahwa kehidupan harus dilalui dengan bersemangat. Ketut Serikasih, ibunya yang berprofesi sebagai pedagang selalu menekankan pentingnya manajemen keuangan agar bisa tetap bertahan hidup di tengah ekonomi yang pasang surut.
Peristiwa Penting
Sejak Taman Kanak-kanak tahun (1990), ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, disiplin, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap berbagai hal, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan pelestarian budaya lokal. Hal ini ditunjukkan dengan keriangannya saat diajak bernyanyi lagu Bali sebagai dolanan.
Pada tahun 1991, SD Negeri 4 Tukadmungga menjadi tempat pendidikan dasarnya untuk mulai menunjukkan minat pada kegiatan akademik dan sosial. Saat SD, ia sering diminta menjelaskan materi matematika dasar. Selama masa sekolah di SMP Negeri 2 Singaraja, Luh Arik Sariadi aktif mengikuti berbagai kegiatan yang membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar dengan mengikuti kegiatan Pramuka. Nilai-nilai tersebut terus ia bawa hingga jenjang pendidikan berikutnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Luh Arik Sariadi dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam mengembangkan diri. Ia percaya bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat. Prinsip ini tercermin dalam setiap langkah yang diambilnya, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.
Reorientasi
Selain berfokus pada pengembangan diri, Luh Arik Sariadi juga memiliki kepedulian besar terhadap budaya Bali. Ia memandang budaya sebagai identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, ia senantiasa berupaya menanamkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Ia dan adik-adiknya sering memainkan seni bondres dalam acara tiga bulanan dan pernikahan sanak saudaranya.
Adapun beberapa karya berupa tulisan sudah dibukukan oleh Luh Arik Sariadi, antara lain:
1. Karya Tunggal
Sejak Lama (2024) Kumpulan Naskah Monolog ISBN: 978-623-8089-47-5
Nyonya Suartini (2025) Kumpulan Cerita Pendek ISBN: 978-634-04-2466-9
2. Karya Gabungan dengan Orang Lain
Nyunnyan...Nyunnyen (2004) Kumpulan Naskah Drama ISBN: 979-96183-0-9
Menyublim hingga Rahim (2015) Kumpulan Naskah Drama ISBN: 978-979-95454-5-9
Sang Guru (2019) Antologi Puisi ISBN: 978-623-92348-1-2
Pendidikan Seribu Wajah (2021) Antologi Puisi ISBN: 978-623-6168-78-3
Manusia-manusia (2024) Kumpulan Cerpen ISBN: 978-623-10-4945-2
Dengan semangat pantang menyerah, Luh Arik Sariadi terus berupaya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Dedikasi, ketekunan, dan sikap rendah hati menjadi ciri utama yang melekat pada dirinya, menjadikannya sosok yang layak dijadikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar