Hikayat Putra Mahkota dan Burung Cenderawasih
Sebermula, tersebutlah kisah sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Indrapura. Negeri itu amatlah makmur dan rakyatnya hidup sentosa di bawah pemerintahan seorang raja yang adil lagi bijaksana. Raja itu bernama Baginda Maharaja Darmawangsa. Baginda mempunyai seorang putra mahkota bernama Raja Muda Ariawan yang elok parasnya serta baik budi pekertinya.
Syahdan, pada suatu hari, datanglah seorang tua menghadap baginda seraya membawa kabar bahwa di hutan sebelah timur terdapat seekor burung cenderawasih yang bulunya bercahaya seperti emas. Barang siapa berhasil menemukannya, niscaya akan memperoleh petunjuk untuk menyelamatkan negeri daripada bencana besar.
Maka bertitahlah baginda kepada para hulubalang, “Barang siapa berani mencari burung itu, akan beta anugerahi harta dan kemuliaan.”
Mendengar titah baginda, Raja Muda Ariawan pun menghadap seraya menyembah. “Ampun, tuanku. Patik mohon diizinkan pergi mencari burung cenderawasih itu.”
“Baiklah, anakanda. Pergilah dengan hati yang tabah. Janganlah anakanda menggunakan kekerasan kepada makhluk yang tiada berdosa,” titah baginda.
Hatta, berangkatlah Raja Muda Ariawan seorang diri menuju hutan. Setelah beberapa hari berjalan, sampailah ia di sebuah telaga yang airnya jernih seperti kaca. Di atas pohon yang tinggi hinggaplah seekor burung cenderawasih yang bulunya berkilauan.
Raja Muda pun berkata, “Wahai burung yang indah, gerangan apakah sebabnya engkau membawa petunjuk bagi negeri kami?”
Maka sahut burung itu, “Wahai putra mahkota, bencana akan datang bukan karena musuh yang kuat, melainkan karena keserakahan manusia. Jika engkau hendak menyelamatkan kerajaanmu, mintalah rakyat dan para pembesar hidup dengan adil serta jangan mengambil hak orang yang lemah.”
Alkisah, Raja Muda Ariawan kembali ke istana dan menyampaikan segala perkataan burung cenderawasih kepada baginda. Baginda pun tersadar bahwa kemakmuran negeri bukan semata-mata karena kekayaan, melainkan karena keadilan.
Maka baginda menitahkan seluruh pembesar agar mengurangi pajak rakyat miskin dan mengembalikan harta yang telah diambil dengan sewenang-wenang. Sejak saat itu, kehidupan rakyat menjadi semakin tenteram.
Maka tersebutlah Kerajaan Indrapura menjadi negeri yang terkenal karena keadilannya. Raja Muda Ariawan pun kelak menggantikan ayahandanya menjadi raja yang bijaksana.
Sebermula daripada kisah tersebut, dapatlah dipetik ibarat bahwa kekuasaan tanpa keadilan akan membawa celaka, sedangkan kebijaksanaan dan kejujuran niscaya membawa kesejahteraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar