Gerbang Rumah Tua
Karya Luh Arik Sariadi
Cukup lama aku menantimu
di balik kaca datar yang buram
aku melihat udara bercampur air
segera membawa badai hatiku
Sudah sangat lama lapar ini
bisakah kata-kata bikin kenyang
sementara massa sudah berteriak
samar antara girang atau garang
di gerbang rumah tua
sisa kain demonstrasi
di pasang berwarna warni
memanggilmu kembali untukku
jelas, kaulah berjanji bertemu
menipu pemuda seperti aku
aku hanya menunggu
dengan dungu di siku kaki
yang terhimpit sampai pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar