Senin, 24 Oktober 2022

Lomba Blog Perayaan Bulan Bahasa 2022

Serangkaian perayaan Bulan Bahasa, SMK Negeri 3 Singaraja menyelenggarakan lomba jurnalis Online dengan media blog. 
Adapun karya siswa telah diposting pada pranala berikut.

TE 
http://elektrostemsi.blogspot.com/2022/10/kepercayaan-menjadi-prioritas-utama.html

TJKT
https://tjktsenggoldong.blogspot.com/2022/10/hut-ke-13-awl-gusde-kegiatan-yang.html

DKV
https://jurnalisdkvstm.blogspot.com

DPIB
https://stemsimaju.blogspot.com/

TKP
http://teknikkonstruksidanperumahan.blogspot.com/2022/10/kegiatan-lomba-kompetensi-siswa-tingkat.html

TBSM
http://teknikbisnissepedamotor-tbsm.blogspot.com/2022/10/morning-brifing-menumbuhkan-karakter.html

TKRO
https://teknikotomotifmobilstemsi.blogspot.com/2022/10/stemsi-news.html?m=1

Senin, 17 Oktober 2022

Pelaksanaan P5 di SMK Negeri 3 Singaraja

Selasa, 18 Oktober 2022
Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Negeri 3 Singaraja dilaksanakan sejak Jumat, 14 Oktober 2022 - 18 November 2022 secara maraton. Kelas X memulai P5 dengan tema Kearifan Lokal "Ngayah". Adapun penekanan dari proyek ini adalah pengamalan dimensi Pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Dengan tema tersebut, siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan melalui pengamatan terhadap masyarakat, lingkungan, dan atau search di referensi digital. Adapun produk-produk yang dirancang oleh siswa, yakni serok, sapu lidi, sapu bulu, cakar, bak sampah, tipat, sanggah crukcuk, klatkat, dll. Semua produk yang dikerjakan dapat menguatkan karakter peserta didik utamanya melalui ketulusan dalam "ngayah". 
Peralatan tersebut, nantinya digunakan untuk pembersihan dan kegiatan yadnya menyambut hari Saraswati. Dalam praktik pembuatannya, ternyata sangat menantang karena tidak banyak siswa yang telah lupa cara membuat tipat. Pada bagian inilah, pembelajaran menjadi sangat menantang karena diperlukan kesabaran, kelembutan, dan ketekunan. Namun, berkat kerjasama atau gotong royong, semua produk yang dirancang dapat dikerjakan dengan baik. 

Rabu, 05 Oktober 2022

WORKSHOP & IN-HOUSE TRAINING 2022 SMK NEGERI 3 SINGARAJA

Program SMK Pusat Keunggulan Skema Lanjutan Tahap ke-2 Singaraja Tahun Pelajaran 2022/2023
Senin, 03 Oktober s.d. Selasa, 18 November 2022

Kebijakan Pemerintah dalam Kurikulum Merdeka
Bersama:
Kabid Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Pemprov Bali

Budaya Kerja 
Bersama Toyota
Selasa, 4 Oktober 2022
Kemampuan ilmu pengetahuan (20%), keterampilan (20%), dan sikap (60%) menentukan kesuksesan. Sikap dibentuk dengan budaya kerja:
5R
Ringkas
Resik
Rapi
Rawat
Rajin

Peningkatan Kepercayaan Diri Guru
Bersama Santhi Sastra Purnami
Rabu, 5 Oktober 2022

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Bersama Polda Bali
Kamis, 6 Oktober 2022

Penyelarasan Kurikulum dengan IDUKA
Jumat, 7 Oktober 2022
PT Safari 

Dunia kerja memerlukan orang-orang yang mampu bekerja dalam tekanan, budaya kerja, kemampuan berkomunikasi, kerjasama dalam tim.

Senin, 10 Oktober 2022
PT PBI
Kemampuan hard skills (20%) dan soft skills (80%) menentukan kesuksesan. Untuk soft skills penekanannya pada:
Amanah
Kompeten
Harmonis
Loyal
Adaptif
Kolaboratif
####AKHLAK####

Jumat, 14 Oktober 2022
Workshop Penyusunan Program Anti Perundungan

- Perundungan adalah peristiwa yang menunjukkan adanya prilaku agresif yang disengaja dan terjadi berulang terhadap korban. 
- Pendidik dihadapkan pada generasi "Stroberi" yang manis, kecut, lembek, menarik, dan mudah busuk. Artinya, pendidik harus mampu mengenali tanda-tanda perundungan, melakukan pencegahan, melaporkan perundungan, dan penanganan perundungan.
Komunikasi dari hati ke hati sangat diperlukan oleh siswa. 


Jumat, 30 September 2022

LDKS SMK Negeri 3 Singaraja di Sunnas Patya

Hari Pertama, Jumat (30/09) 
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MPK, OSIS, Kamtib SMK Negeri 3 Singaraja untuk masa bakti 2023/2024 dilaksanakan di Sunnas Patya, Menyali. 

Kegiatan ini dibuka oleh WKS Kesiswaan, Dra. Ni Made Seni Andari dengan hikmat. Hadir dalam kegiatan ini adalah Ketua Komite, Kepala Tata Usaha, WKS Kurikulum, WKS HIM, WKS Sarpras, Babin Kamtibmas (polisi) desa Menyali, Babin Kamtibmas (tentara) desa Menyali, dan
bapak/ibu pembina kesiswaan.

Materi pertama yang disampaikan oleh Kamtibmas (Polisi) adalah kepatuhan terhadap peraturan sebagai salah satu pembinaan kedisiplinan. Materi yang diberikan oleh Ketua Komite adalah hubungan orangtua melalui komite sekolah dengan pendidikan di SMK Negeri 3 Singaraja. Materi yang sangat menarik juga diberikan oleh WKS Kesiswaan. Beliau menyampaikan materi tentang kedisiplinan dari hal-hal yang sangat sederhana. 
Semakin malam, setelah makan dan mandi, siswa mendapat materi dari WKS Kurikulum tentang pentingnya kebijaksanaan siswa dalam menggunakan teknologi. Pembelajaran diupayakan dengan kurikulum Merdeka agar siswa lebih meningkatkan karakter Profil Pelajar Pancasila untuk menghadapi dunia kerja yang semakin menantang. Pada kesempatan ini, siswa diajak diskusi berkaitan dengan implementasi kurikulum Merdeka di SMK Negeri 3 Singaraja.
Malam menjadi hangat ketika Kepala Tata Usaha memberi materi yang berkaitan dengan administrasi sekolah. 

Bersama WKS HIM, anak-anak berdiskusi tentang pentingnya 5R dalam pendidikan dan utamanya bagi industri. 
Materi terakhir malam ini adalah penggunaan sarana dan prasarana dalam  pembelajaran dari WKS Sarpras. 

Hari Kedua, Sabtu (1/10)
Kegiatan pagi diawali dengan senam pagi bersama bapak/ibu pembina kesiswaan pkl. 05.00 wita. Pkl. 06.00 wita, siswa melaksanakan pembersihan sampah plastik. Setelah mandi, siswa melakukan persembahyangan di padma yang ada di lokasi perkemahan. 
Pkl. 08.00, siswa mengikuti pelatihan baris berbaris yang dibina oleh pelatih dari TNI. Pkl. 09.30 wita, siswa mendapat materi dari PMI untuk meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan. 
Setelah rehat makan siang, siswa dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelompok calon OSIS-MPK dan kelompok calon Kamtib. Kelompok OSIS-MPK mendapat materi pengolahan sampah plastik. Sementara itu, kelompok calon kamtib mendapat materi mengatasi pelanggaran-pelanggaran yang diberikan oleh kepolisian.
Sesi berikutnya adalah perkenalan pengurus OSIS dan MPK, serta  pembina Kesiswaan. Selain itu, pengurus OSIS juga menyampaikan program kerja OSIS.
Kegitan berikutnya adalah latihan pentas seni tiap kelompok. Pada kegiatan ini, siswa menunjukkan kreasi kesenian dari penafsiran mereka tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat. Pentas seni yang ditampilkan oleh siswa antara lain seni tari, seni drama, seni musik.

Hari Ketiga, Minggu (2/09)
Sesuai dengan jadwal kegiatan, siswa melakukan senam pagi, pembersihan, mck, sembahyang, dan masuk ke kegiatan utama untuk menguatkan karakter Profil Pelajar Pancasila, seperti kegiatan pemanfaatan sampah plastik menjadi karya seni, kegiatan outborn, dan kegiatan diskusi tentang remaja, HIV/AIDS.
Pukul 16.00 wita, kegiatan LDKS ditutup oleh WKS Kesiswaan.

Selasa, 20 September 2022

Pelaksanaan 5R di Kelas X TO 8

Contoh Teks Anekdot
Karya Luh Arik Sariadi, S.Pd.

Suatu hari seorang wali kelas bernama Bapak Suar Terang di sebuah sekolah menengah kejuruan memberikan ceramah kepada siswanya. Penekanan ceramah itu adalah pelaksanaan 5R di jurusan Otomotif. Konsep 5R adalah budaya kerja yang diadopsi dari Jepang. Konsepnya sangat sederhana, yakni ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. 
Ketika wali kelas menyampaikan konsep itu, semua siswa manggut-manggut karena itulah wali kelas meminta mereka menerapkannya segera.
Made Arsa dan Ketut Eling mencoba menerapkan ringkas di lungkungan bengkel. Keduanya melihat ada beberapa mobil yang sudah rusak. Mereka berpikir mobil itu perlu disingkirkan. Karena itulah, keduanya memindahkan mobil ke tong sampah. Namun sayang, mobil begitu besar dan berat. Keduanya tidak bisa menyimpan mobil tersebut dan mereka menjerit kesakitan karena ditimpa mobil.
Sementara Made Arsa dan Ketut Eling ditindih mobil, di tempat lain, Gede Resika ingin merapikan mobil Ertiga yang merknya lepas. Dalam pikiran Gede Resika, kalau baju tidak rapi, ia akan menyetrika baju itu. Maka, setrika pun sudah dipersiapkan olehnya untuk merapikan merk mobil yang kurang rapi. Betapa heran Gede Resika ketika merk itu distrika menjadi lengket dan hancur.  
Sementara itu, Ketut Eling masih berusaha menerapkan 5R. Ia tidak ingin gagal lagi dan menghancurkan segalanya. Saat ini, dia membersihkan bengkel dengan penuh semangat. Ada Made Arsa yang selalu jahil kepadanya. Di dalam penyedot debu, Made Arsa mengatur penyedot debu agar bisa menarik benda-benda berat. Ia menambahkan magnet di dalam penyedot itu. Akhirnya, ketika Ketut Eling menggunakan penyedot debu, baut-baut pada mobil menjadi tersedot. Semua barang yang terbuat dari besi pun tersedot. Betapa panik Ketut Eling sambil gemetar.
Ketika Ketut Eling sibuk dengan mesin penyedot debu, Made Arsa masih berusaha kelaksanakan 5R. Kali ini, ia melihat sebuah mobil diparkir di bengkel. Kondisinya sangat mengenaskan. Seluruh bodinya lecet dan ringsek. Tergerak hatinya untuk memperban mobil itu agar tidak terlihat lecetnya. Perban yang ada di kotak P3K sampai habis digunakan membalut mobil yang lecet. Ia menjadi bingung harus berbuat apa lagi hingga ia akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada wali kelasnya. 
Ketika kedua temannya sibuk dengan usahanya masing-masing dalam menerapkan 5R, Gede Resika tidak mau hanya menjadi kambing congek. Dia berusaha membela dirinya untuk semua hal yang didengar dan dilihat. Dia melihat seorang teman bernama Komang Ajus datang terlambat. Ia menegur Komang Ajus atas keterlambatannya itu. Komang Ajus merasa dirinya sudah sangat rajin. 
"Sabar, Bro.... Aku sudah 5R. rajin....Rajin Telat" jawab Komang Ajus
Melihat kekacauan yang terjadi di bengkel, wali kelas mereka pun marah dan menghukum mereka. 
Hukuman apakah yang pantas untuk siswanya? Jawab di kolom komentar ya.....

Teks Anekdot || Mimpi Anak Negeri ||

contoh bercerita teks anekdot

Rabu, 10 Agustus 2022

Cerita Sejarah_XII TKJ 3

 

Cerita Sejarah

1)

Mencari Jasad Kakak

Nama : Dina Lorensia Carceres 

Kelas : XII TKJ 3

Tahun Pelajaran 2022/2023

 

Cerita ini adalah fiksi yang bersumber dari peristiwa sejarah.

 

Pengeboman Bali 2002 (disebut juga Bom Bali I) adalah rangkaian tiga peristiwa pengeboman yang terjadi pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002. Dua ledakan pertama terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian, Kuta, Bali, sedangkan ledakan terakhir terjadi di dekat kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat, walaupun jaraknya cukup berjauhan. Rangkaian pengeboman ini merupakan pengeboman pertama yang kemudian disusul oleh pengeboman dalam skala yang jauh lebih kecil yang juga bertempat di Bali pada tahun 2005. Tercatat 203 korban jiwa dan 209 orang luka-luka atahu  cedera, kebanyakan korban merupakan wisatawan asing yang sedang berkunjung ke lokasi yang merupakan tempat wisata tersebut.

 

Terkisah seorang anak perempuan bernama Diana di sana, menangis paling kencang, memecah gaduh yang terjadi disana, kesedihan anak kecil itu dirasakan oleh orang" yang berada di sekitarnya...,

 

Suasana setelah pengeboman benar benar kacau, semua orang lari ketakutan , namun, apa yang seorang anak kecil ini lakukan?, ketika bala bantuan dan ambulans datang, seorang petugas wanita menghampiri anak kecil itu dan berkata

 

Petugas wanita : " wahai adik kecil, mari pergi dari sini, disini tidak aman, mari kita pergi dulu"

 

Anak itu terdiam, lalu ia berkata

 

Adik kecil : " aku mencari kakakku, saat ia mendengar suara benda jatuh dari langit, ia mendorongku ke tumpukan bantal di salah satu toko..., dia tersenyum sambil berkata ( bahagialah adikku ) .....

 

Aku tak memiliki siapa siapa lagi di hidupku, aku hanya memiliki seorang kakak yang tulus menyayangiku "

 

Sang petugas wanita terdiam sambil menggendongnya lari, tak bisa iya bayangkan betapa sedihnya seorang anak kecil yang hidup berdua bersama kakaknya, kini harus hidup sendirian sebatang kara

 

Beberapa hari Setelah pengeboman, saat semua mulai membaik, anak itu kembali ke lokasi kejadian, karena para petugas merasa kasihan kepadanya, para petugas membiarkan ia mencari jasad kakaknya disana..

 

Pilu rasanya melihat seorang anak kecil, menangis sambil berkata,

 

" Kak, keluarlah, Kak, aku tahu  kamu hanya bermain petak umpet, aku sudah menyerah kak, aku mohon cepat keluar kak, aku merindukanmu "

 

Di saat yang bersamaan, ternyata sudah ada  orang yang menemukan jasad kakaknya terlebih dahulu dibandingkan anak kecil itu....

 

Petugas tak tega memberitahukan kebenaran kepada anak kecil itu...,

 

Kisah baru pun dimulai, menceritakan tentang perjalanan anak kecil ini yang terus berusaha mencari sang kakak yang sedang  bersembunyi.

 

Tamat


2) Sang Pengintai

Oleh Komang Yuli Setiani

Pada tanggal 20 November 1946 tepatnya di Bali terjadi salah satu perang selang Indonesia dan Belanda yang diberi nama Puputan margarana perang ini dipimpin oleh Kepala Divisi Sunda Kecil Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Saat perang itu terjadi hiduplah seorang teknisi kabel listrik bernama I Made Some, saat itu I Made Some diutus oleh Kepala Reparasi tempat ia bekerja untuk memperbaiki kabel di salah satu rumah saudagar kaya saat itu yang letaknya berada di Desa Marga lokasinya lumayan jauh dari tempat dia bekerja sehingga dia harus berangkat tengah malam sekali agar cepat sampai dilokasi tersebut ,hari telah menujuk pagi hari saat dia telah tiba di desa marga maka dia memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon besar sejenak untuk menghilangkan lelah, tak terasa matahari telah menunjukkan sinarnya sehingga I Made Some terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang menyilaukan matanya. Saat terbangun dia berkata" astaga hari rupanya sudah siang, bisa-bisanya aku tertidur begitu lama,aku harus buru-buru sampai ke lokasi perbaikan kabel jangan sampai aku terkena amarah dari kepala." Lalu I Made Some berjalan terburu-buru memasuki desa marga agar cepat sampai kerumah yang dituju. Saat ditengah jalan ia berhenti berjalan saat mendengar suara riuh dari kejauhan suara perpaduan antara dua senjata saling beradu berbunyi nyaring suara  orang-orang yang kesakitan begitu memekakkan  telinga I Made Some, dia begitu penasaran sambil berbicara sendiri dia berkata "suara  apa itu? Mengapa suaranya seperti orang-orang yang sedang berkelahi saja?" Antara takut dan penasaran dia memutuskan untuk mengetahui lebih dekat asal suara itu "daripada aku mati penasaran disini lebih baik aku lihat lebih dekat agar aku bisa memastikan bunyi apakah itu." Lalu dia berjalan kembali sambil membawa peralatannya saat dia telah tiba di dekat semak belukar yang lumayan tinggi bunyi suara tadi begitu terdengar jelas karna penasaran dia pun menyibak daun-daun di semak tersebut, Alangkah terkejutnya dia saat melihat dengan mata kepalanya sendiri didepan matanya terjadi perang yang sangat besar antara pasukan I Gusti Ngurah Rai dengan Belanda. Dia melihat sendiri bagaimana pasukan TKR di wilayah desa marga bertempur habis-habisan untuk mengusir pasukan Belanda yang telah dengan lancang datang ke wilayah mereka setelah kekalahan Jepang, keadaan disana sudah sangat kacau banyak sekali prajurit yang tumbang dengan sangat sadis. Tanpa sadar seluruh tubuhnya berkeringat dingin kakinya bagaikan jelly saat melihat secara langsung kejadian tersebut. "Ya Tuhan mimpi apa aku semalam sehingga hari ini aku harus melihat perang sebesar ini didepan mataku sendiri, aku harus melakukan apa? Tidak mungkin aku berdiam diri disini seperti pengecut menyaksikan saudara-saudaraku tewas mengenaskan oleh musuh." Dia terus berpikir harus melakukan apa untuk membantu para saudara-saudaranya. Karena sudah buntu dia memutuskan untuk tetap bersembunyi dibalik semak-semak itu sambil menyaksikan sendiri bagaimana semakin banyak orang yang tewas. Sambil menangis dia sesekali dia melihat diam-diam ke depan di tempat perang tersebut. "Astaga kenapa ini Tuhan kenapa bisa terjadi peperangan seperti ini, kenapa Belanda harus kemari untuk menguasai wilayah kami." Sambil menangis dia berkata lirih. Tak terasa hari sudah sore menjelang malam hari dimana selesainya peperangan itu dia melihat sendiri bagaimana Belanda memenangkan peperangan itu, bagaimana dia menyaksikan seluruh pasukan gugur termasuk I Gusti Ngurah Rai  sendiri juga turut gugur dalam perang tersebut, dimana Belanda berhasil menguasai daerah desa marga. I Made Some terus menangis tersedu² menyaksikan bagaimana jasad² para saudara-saudaranya yang terkapar di tanah, dia menyesali dirinya yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan perang tersebut." Seharusnya aku bisa membantu mereka,seharusnya aku tidak berdiam diri disini menyaksikan peperangan itu seperti pengecut. Sekarang sudah tidak ada gunanya aku menyesali keputusanku ini semua sudah terjadi semua telah gugur disini." Lalu dia memutuskan untuk segera pergi dari desa marga  sebelum pasukan Belanda menemukan keberadaannya dan membunuhnya ditempat. "Sebaiknya aki harus segera pergi dari sini dan pulang kerumah." Lalu I Made Some berjalan terburu² keluar dari daerah desa marga dia terus berjalan hingga tak terasa hari sudah menjelang subuh dia akhirnya sampai di tempat dia bekerja lalu memutuskan untuk tidur. Di pagi harinya kepala reparasi tempat ia bekerja menemukan dia tertidur di teras toko segera dia membangunkan I Made Some " Made hey made bangunlah mengapa kau tertidur disini?" Merasa terusik lali I Made Some terbangun dari tidurnya. Saat itu dia langsung merasa ketakutan karena mengingat kejadian yang ia alamai kemarin. Lalu sang kepala toko bertanya kepada Made Some karna khawatir dengan keadaannya " Made apa yang terjadi denganmu? Mengapa kau terlihat sangat panik? Apa terjadi sesuatu saat kau menjalankan tugas?" Lalu Made Some pun menangis dia berkata "pak saat di perjalanan tadi aku melihat bagaimana hancurnya desa marga oleh Belanda , banyak sekali orang-orang yang gugur disana karena perang, sedangkan aku tidak bisa melakukan apa-apa saat itu, semuanya telah dikuasai oleh Belanda."  Alangkah terkejutnya sang kepala toko saat mengetahui hal itu " astaga aku tidak tahu perang itu telah terjadi,entah bagaimana nasib para penduduk dan anak-anak yang ada di sana." Lalu sang kepala toko pun meminta made soma untuk segera pulang ke rumahnya dan membersihkan diri untuk beristirahat. Sejak saat itu I Made Some tidak pernah datang lagi ke toko dan memutuskan untuk berhenti bekerja karena takut jika nanti harus mengalami kejadian yang sama pula.


Pilu

Karya Neisha Violina Anggarainy 

Cerita ini diinspirasi dari peristiwa bersejarah yang memilukan, yakni Gempa Aceh 

Cerita yang menginspirasi:

Gempa bumi Aceh 2004 terjadi pada pukul 07:58:53 WIB hari Minggu, 26 Desember 2004 episentrumnya terletak di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia. Guncangan gempa tersebut berskala 9,1–9,3 dalam skala kekuatan Momen dan IX dalam skala intensitas Mercalli.


Fiksi yang Dibuat

Dikisahkan seorang perempuan bernama nesya sedang berjalan jalan di sebuah mall, tak disadari oleh nesya ternyata terjadi gempa yang sangat dasyat di sana.


Seketika rak rak di mall mulai jatuh, kerumunan panik dan berlarian...


Nesya yang tak tau harus berbuat apa hanya terdiam menunggu semua reda, namun tak seperti yang iya pikirkan.


Ternyata gempa semakin keras dan akhirnya merobohkan gedung tinggi itu...


Selamatnya sebelum kejadian itu datang helikopter turun menyelamatkan nesya dan kawan kawan, bersenang hati mereka tau nasib masih baik pada mereka.... lalu mulailah kisah baru yaitu, pengungsian











Selasa, 12 Juli 2022

HUT Stemsi, Yang Kembali Setelah Pandemi




Perayaan Hari Ulang Tahun SMK Negeri 3 Singaraja yang dikenal dengan HUT Stemsi kembali digelar secara luring setelah 2 tahun lamanya dirayakan secara daring. 


MPLS Berlandaskan Profil Pelajar Pancasila

SMK Negeri 3 Singaraja yang merupakan sekolah teknologi selalu menjadi primadona di Kabupaten Buleleng bahkan bisa dibilang di Bali. Tahun pelajaran 2022/2023 sekolah ini mendapatkan siswa sebanyak 738 orang. Adapun siswa tersebut didistribusikan ke jurusan Teknik Kontruksi dan Properti (TKP), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Mesin (TM), Teknik pengelasan ( TPL), Teknik Kelistrikan (TK), Teknik Elektronik (TE), Teknik Otomotif (TO dengan bidang keahlian TKR dan TBSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TJKT), serta Multimedia (DKV) berdasarkan minat dengan beberapa pilihan rekrutmen, yakni jalur afirmasi, jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur rapor. Seleksi yang dilakukan sudah berdasarkan ketentuan seleksi yang diunggah oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. 
MPLS yang dibuka secara resmi oleh Dr. I Ketut Bawa, S. Pd., M. Pd., dilakukan pada hari Senin, 11 Juli 2022. 

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) disusun dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menguatkan Profil Pelajar Pancasila, seperti pengenalan tentang obat terlarang, lingkungan hidup, kewirausahaan, media sosial, dll. Pelaksanaan MPLS yang dijadwalkan mulai Senin, 11 Juli 2022 hingga Rabu, 13 Juli 2022, diikuti dengan sangat baik oleh calon siswa baru.

Minggu, 03 Juli 2022

Bukan Dewi Sri

Monolog karya Luh Arik Sariadi

(kisah dimulai dari kepedihan seorang perempuan yang merangkak dan mencoba bangkit dari kubangan darah. Sementara itu, di sekelilingnya tampak benda-benda hangus dan membuat Sri sesak)

Sayup-sayup musik mengalun sedih.

Sri
Apakah yang kucium ini?
Oho...hangus tubuhmu yang mulai dingin. Aku sangat letih setelah sekian lama terkurung di genangan darah. Sulur-sulurku enggan tumbuh ketika aku berkubang amis dan nyinyir jentik dalam kubang darah ini. 
Sri namaku, ada yang memanggilku Dewi Padi, Dewi Kesuburan, Phosop, Inari, Sanghyang Serri dan nama-nama lain yang sejatinya berbeda... tapi agak mirip dari sudut pandang perut yang memuliakan kesuburan, kemakmuran. Aku tidak memaksakan bagaimana aku dikenali, dipuja, atau disayangi selayaknya keyakinan mereka bahkan jika mereka mengklaim aku berbeda. Mungkin saja aku hanya Sri, bukan seorang dewi sebab sudah terlalu lama aku disanjung sebagai sebuah nama. Oh,,, jangan marah melulu, aku tidak menyangsikan kesetianmu. Aku sangat percaya walaupun pada akhirnya aku harus meneguk darah yang hangus ini. Genangan air yang dulu kau janjikan, telah menjadi aliran darah tanda ketulusanmu terhadap tanah airmu ini. Ehhhhh. Aku tidak sanggup dipanggil Dewi Sri lagi, sebab tak sanggup menyemai sebiji padi pun di ladang-ladang ini. Bagaimana bisa aku akan menyiur-nyiurkan kuning padi sementara kau terus menghantam tanah-tanah dan aliran sungai dengan rudal rudal hingga tiada lagi kasihku. Aku hanya Sri saat ini, tidak mampu memberi lumbung bagi rakyatmu yang hanya puing-puing. 

Berhentilah memujaku! 
Jika kau tidak bisa menghentikan ledakan bom, rudal, dan senjata nuklir pemusnah itu!
Jangan panggil namaku jika kau bahkan tidak sanggup berkedip sedetikpun karena betapa terkejutnya kau ketika bayi yang kau timang  kakinya putus disulut api peperangan!

(karena sesak, Sri terjatuh, tetapi bangkit kembali dan menjerit panjang sehingga rudal-rudal berhenti seketika.)

UNGGULAN

Monolog 1 Hira

Malam Tilem Kepitu, langit gelap. Ayam-ayam dalam sangkar tidak ada bersuara. Seekor ayam bernama Biying tampak berdoa suntuk setelah perhel...